Gaji Anggota Dewan Nasdem Dipotong, Bantu Tangani Pandemi Corona

18 Mei 2020

Anggota DPRD provinsi serta kabupaten/ kota di Jateng dari Partai Nasdem dipotong gajinya untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi virus Corona atau Coronavirus Disease 19 (Covid-19). Kebijakan itu menindaklanjuti instruksi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang meminta seluruh kader dan elemen partainya bergerak membantu melawan Covid-19. Sebelumnya, Nasdem juga membagi-bagi masker, melakukan penyemprotan disinfektan ke masyarakat.

“Mulai Mei ini selama tiga bulan, anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/ kota dari Partai Nasdem akan dipotong gajinya antara 45-50 persen. Ada 79 anggota DPRD kabupaten/ kota di Jateng, sedangkan DPRD Jateng ada tiga orang, mereka sudah mulai memberikan gajinya, nantinya akan dialokasikan buat Alat Pelindung Diri (APD) dan masker,” tandas Sekretaris DPD Partai Nasdem Jateng Ali Mansyur saat pembagian APD ke kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jateng di Semarang, Senin (11/5).

Menurut dia, bantuan APD ini tak hanya dilakukan Nasdem Jateng, melainkan juga provinsi lain di Indonesia. Bantuan diberikan sementara 100 APD buat IDI Jateng, 85 APD ke Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta 75 APD ke Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Bantuan ke IDI Jateng diterima sekretarisnya, dr M Heru Muryawan SpA(K), pengurus DPW Partai Nasdem ikut mendampingi, seperti Ketua Satgas Covid-19 DPW, Ronny Renaldy, wakil ketua, Hendrartining, serta bendahara, Fitricia Arisusanti.

Ali menegaskan, bantuan APD diberikan sebagai bentuk tanggung jawab membantu IDI yang ada di barisan terdepan melawan Covid-19. Perjuangan para dokter luar biasa dalam memerangi virus Korona, bahkan terkadang harus menimbulkan korban jiwa. “Mudah-mudahan, perjuangan yang dilakukan selama ini tidak surut. Seluruh dokter tetap semangat menolong korban virus Corona, rela berkorban dan membantu negara,” jelasnya.

Pihaknya berharap, masyarakat ikut bertanggung jawab dalam memerangi Korona, dengan tetap menjaga jarak, menaati imbauan pemerintah seperti pakai masker dan rajin cuci tangan. Di sisi lain, Heru Muryawan mengatakan, tidak ada kata cukup buat APD, apalagi kalau jumlah pasien Korona terus bertambah.

“Ada 11 ribu dokter IDI Jateng yang selalu siap, mereka adalah dokter spesialis, dokter umum, serta yang bertugas di puskesmas. Dalam penanganan Corona, kami selalu koordinasi serta terus meningkatkan pengetahuan,” ungkapnya.

Hanya, ia menilai tren Corona sudah melalui masa puncaknya pada 17 April lalu. Saat ini, jumlah kasus positif dan kematian menurun.

Sumber: Suaramerdeka.com

Komentar